Hipertensi
Hipertensi adalah tekanan darah yang menetap di atas ambang yang meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Materi ini membahas hemodinamika, klasifikasi, RAAS, kelas obat, strategi terapi, dan risikonya, dengan simulasi yang bisa kamu ubah sendiri.
Hemodinamik tekanan darah
Tekanan darah arteri adalah gaya yang diberikan darah pada dinding arteri. Nilainya naik-turun mengikuti siklus jantung: tekanan sistolik (SBP) tercapai saat ejeksi ventrikel, tekanan diastolik (DBP) saat jantung terisi. Selisihnya disebut tekanan nadi (pulse pressure).
Tekanan arteri rata-rata (MAP) menentukan perfusi organ. Ia adalah hasil kali aliran dan hambatan, analog dengan hukum Ohm:
Resistensi terutama dibentuk oleh arteriol. Menurut hukum Poiseuille, hambatan satu pembuluh berbanding terbalik dengan pangkat empat radiusnya, sehingga penyempitan kecil berdampak besar:
| Penentu | Mempengaruhi | Contoh pada hipertensi |
|---|---|---|
| Curah jantung | Volume darah, laju jantung, kontraktilitas | Retensi natrium dan air, aktivitas simpatis tinggi |
| Resistensi perifer | Tonus dan struktur arteriol | Vasokonstriksi, remodeling dinding, disfungsi endotel |
| Kekakuan arteri besar | Tekanan sistolik dan tekanan nadi | Penuaan, aterosklerosis: sistolik naik, diastolik turun |
Garis putus-putus menunjukkan MAP. Pada laju jantung cepat, diastol memendek sehingga rata-rata gelombang bergeser mendekati sistolik dan rumus sepertiga menjadi kurang tepat.
Klasifikasi & pengukuran
Tekanan darah berupa kontinum risiko, sehingga kategori adalah kesepakatan klinis. Pedoman yang berbeda memakai pembagian yang berbeda; ambang diagnosis hipertensi yang paling banyak dipakai adalah ≥140/90 mmHg pada pengukuran di klinik, sedangkan pedoman Amerika memakai ≥130/80 mmHg (Whelton dkk., 2018; Mancia dkk., 2023; McEvoy dkk., 2024).
| ACC/AHA 2017 dan 2025 | SBP | DBP | |
|---|---|---|---|
| Normal | <120 | dan | <80 |
| Meningkat (elevated) | 120–129 | dan | <80 |
| Hipertensi derajat 1 | 130–139 | atau | 80–89 |
| Hipertensi derajat 2 | ≥140 | atau | ≥90 |
| ESH 2023 | SBP / DBP |
|---|---|
| Optimal | <120 dan <80 |
| Normal | 120–129 dan/atau 80–84 |
| Normal-tinggi | 130–139 dan/atau 85–89 |
| Derajat 1 | 140–159 dan/atau 90–99 |
| Derajat 2 | 160–179 dan/atau 100–109 |
| Derajat 3 | ≥180 dan/atau ≥110 |
| ESC 2024 | SBP / DBP |
|---|---|
| Tidak meningkat | <120 dan <70 |
| Meningkat | 120–139 atau 70–89 |
| Hipertensi | ≥140 atau ≥90 |
Cara mengukur
Hasil yang bias dapat membuat orang salah diobati. Pedoman menekankan: pasien duduk tenang minimal 5 menit, punggung bersandar, lengan ditopang setinggi jantung, manset berukuran sesuai lengan, tanpa kafein, rokok, atau olahraga 30 menit sebelumnya, dan rata-rata minimal dua pengukuran (Whelton dkk., 2018). Pemantauan di luar klinik membantu membedakan hipertensi sejati dari white-coat dan masked hypertension.
| Metode | Ambang hipertensi |
|---|---|
| Klinik | ≥140/90 mmHg |
| Pemantauan rumah (HBPM) | ≥135/85 mmHg |
| ABPM rata-rata siang hari | ≥135/85 mmHg |
| ABPM rata-rata 24 jam | ≥130/80 mmHg |
| ABPM rata-rata malam hari | ≥120/70 mmHg |
Patofisiologi & RAAS
Sekitar 90–95% kasus adalah hipertensi primer (esensial) tanpa penyebab tunggal yang jelas. Ia muncul dari gabungan faktor genetik dan gaya hidup yang menggeser keseimbangan natrium ginjal, aktivitas saraf simpatis, sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS), dan fungsi endotel (Whelton dkk., 2018; Katzung, 2021).
RAAS adalah jalur yang paling banyak menjadi sasaran obat. Penurunan perfusi ginjal, natrium rendah di makula densa, atau stimulasi β1 melepaskan renin dari sel jukstaglomerular. Renin memotong angiotensinogen menjadi angiotensin I; ACE mengubahnya menjadi angiotensin II, yang lewat reseptor AT1 menyebabkan vasokonstriksi, pelepasan aldosteron, retensi natrium, dan aktivasi simpatis.
Angiotensin II menekan pelepasan renin. Bila ACE atau reseptor AT1 diblokir, umpan balik ini hilang sehingga aktivitas renin plasma naik. Itu sebabnya penghambat renin langsung memberi efek yang berbeda dari ACE inhibitor dan ARB.
Hipertensi sekunder
Perlu dicari pada pasien muda, hipertensi mendadak atau resisten, dan kerusakan organ yang tidak sebanding. Contohnya penyakit parenkim ginjal, stenosis arteri renalis, aldosteronisme primer, sleep apnea obstruktif, feokromositoma, sindrom Cushing, serta obat seperti NSAID, dekongestan, dan kontrasepsi hormonal.
Obat antihipertensi
Empat kelas, yaitu ACE inhibitor, ARB, antagonis kalsium dihidropiridin, dan diuretik tiazid atau sejenis tiazid, menjadi pilihan awal yang direkomendasikan pedoman; penyekat β dipakai bila ada indikasi khusus. Pilihan akhir menyesuaikan penyakit penyerta dan kontraindikasi (Whelton dkk., 2018; Mancia dkk., 2023).
| Kelas | Contoh | Mekanisme | Catatan penting |
|---|---|---|---|
| ACE inhibitor | kaptopril, enalapril, lisinopril, ramipril | Menghambat ACE: angiotensin II turun, bradikinin naik | Batuk kering, angioedema, hiperkalemia; dilarang pada kehamilan |
| ARB | losartan, valsartan, candesartan, telmisartan | Memblokir reseptor AT1 | Tanpa batuk; kewaspadaan lain mirip ACE inhibitor; jangan digabung dengan ACE inhibitor |
| CCB dihidropiridin | amlodipin, nifedipin, felodipin | Menutup kanal Ca2+ tipe-L di otot polos arteri | Edema perifer, sakit kepala, flushing; nifedipin kerja pendek tidak untuk terapi kronik |
| CCB non-dihidropiridin | verapamil, diltiazem | Kanal Ca2+ di jantung dan pembuluh | Bradikardia, blok AV, konstipasi (verapamil); hindari pada gagal jantung HFrEF |
| Tiazid dan sejenis | hidroklorotiazid, klortalidon, indapamid | Menghambat kotransporter Na+-Cl− tubulus distal | Hipokalemia, hiponatremia, hiperurisemia, hiperglikemia |
| Penyekat β | bisoprolol, metoprolol, nebivolol, karvedilol | Menurunkan laju jantung, curah jantung, dan pelepasan renin | Bradikardia, bronkospasme (non-selektif), menutupi gejala hipoglikemia |
| Antagonis aldosteron | spironolakton, eplerenon | Memblokir reseptor mineralokortikoid | Hiperkalemia; ginekomastia (spironolakton); berguna pada hipertensi resisten |
Kelas lain seperti penyekat α (doksazosin), agonis α2 sentral (klonidin, metildopa), dan vasodilator langsung (hidralazin) dipakai sebagai tambahan atau pada situasi khusus; metildopa tetap menjadi pilihan pada kehamilan.
Ringkasan ini bahan belajar berdasarkan rekomendasi pedoman. Keputusan untuk pasien nyata memerlukan penilaian lengkap, termasuk dosis, fungsi ginjal, dan interaksi obat.
Strategi terapi & target
Perubahan gaya hidup adalah fondasi pada semua derajat. Pedoman Amerika 2017 merangkum perkiraan penurunan tekanan sistolik pada penderita hipertensi:
| Intervensi | Perkiraan penurunan SBP |
|---|---|
| Penurunan berat badan | ≈1 mmHg per kg |
| Pola makan DASH | ≈11 mmHg |
| Pengurangan natrium | ≈5–6 mmHg |
| Tambahan kalium dari makanan | ≈4–5 mmHg |
| Aktivitas aerobik | ≈5–8 mmHg |
| Membatasi alkohol | ≈4 mmHg |
Untuk obat, satu obat dosis standar menurunkan tekanan sekitar 9 mmHg sistolik dan 5 mmHg diastolik; dosis separuh memberi sekitar 80% efeknya, dan efek beberapa obat dari kelas berbeda kira-kira bersifat aditif (Law dkk., 2009). Karena itu, pasien yang jauh di atas target lebih baik memulai dengan dua obat dalam satu pil kombinasi, biasanya penghambat RAAS dengan CCB atau diuretik, ketimbang menaikkan satu obat sampai dosis maksimal.
Tekanan darah tetap di atas target meski tiga obat dari kelas berbeda, termasuk diuretik, sudah diberikan pada dosis maksimal yang ditoleransi. Periksa dulu kepatuhan, teknik pengukuran, white-coat, obat yang menaikkan tekanan, dan penyebab sekunder; antagonis aldosteron sering menjadi tambahan yang efektif.
Risiko, komplikasi & krisis
Risiko vaskular meningkat sejak sekitar 115/75 mmHg dan tidak memiliki ambang tajam. Dalam meta-analisis 61 studi prospektif, setiap kenaikan 20 mmHg sistolik (atau 10 mmHg diastolik) menggandakan angka kematian akibat stroke dan penyakit jantung iskemik pada usia 40–89 tahun (Lewington dkk., 2002). Sebaliknya, setiap penurunan 5 mmHg sistolik oleh obat dikaitkan dengan sekitar 10% lebih sedikit kejadian kardiovaskular mayor, termasuk pada tekanan darah yang masih normal-tinggi (BPLTTC, 2021).
Kurva memakai kenaikan dua kali lipat per 20 mmHg (Lewington dkk., 2002) dan penurunan 10% per 5 mmHg yang digandakan berturut-turut (BPLTTC, 2021). Keduanya perkiraan rata-rata populasi, bukan kepastian individual.
Kerusakan organ target
| Organ | Manifestasi |
|---|---|
| Otak | Stroke iskemik dan hemoragik, demensia vaskular, ensefalopati hipertensif |
| Jantung | Hipertrofi ventrikel kiri, penyakit jantung koroner, gagal jantung, fibrilasi atrium |
| Ginjal | Nefrosklerosis, albuminuria, penyakit ginjal kronik |
| Mata | Retinopati hipertensif |
| Pembuluh | Aterosklerosis, aneurisma dan diseksi aorta, penyakit arteri perifer |
Tekanan yang terus tinggi menebalkan tunika media dan menyempitkan lumen, yang menaikkan resistensi dan membuat tekanan makin sulit turun. Mengendalikan tekanan lebih awal menahan lingkaran ini.
Krisis dan situasi khusus
Hipertensi berat berarti tekanan di atas 180/120 mmHg. Bila disertai kerusakan organ akut (ensefalopati, edema paru, infark miokard, diseksi aorta, gagal ginjal akut, eklamsia), kondisi ini adalah emergensi hipertensi dan memerlukan obat intravena di perawatan intensif, dengan penurunan tidak lebih dari sekitar 25% dalam jam pertama kecuali pada diseksi aorta atau pre-eklamsia berat (Whelton dkk., 2018). Tanpa kerusakan organ akut, terapi oral dan pemantauan ketat umumnya cukup, tanpa penurunan agresif.
Hipertensi kronik pada kehamilan diobati dengan labetalol, nifedipin kerja lambat, atau metildopa. ACE inhibitor, ARB, dan penghambat renin langsung dihindari karena toksisitas pada janin (Whelton dkk., 2018).
Latihan soal hitungan
Ketik jawaban numerik dalam satuan yang diminta (koma atau titik desimal boleh). Jawaban dinilai benar bila selisihnya kurang dari 2%. Bulatkan hanya di akhir perhitungan.
Ujian akhir
Lima belas soal pilihan ganda diambil acak dari seluruh bab. Jawaban baru diperiksa setelah Anda mengumpulkan. Batas lulus 70.
15 soal, tanpa batas waktu, skor terbaik tersimpan di peramban ini
Daftar pustaka
- BPLTTC (Blood Pressure Lowering Treatment Trialists' Collaboration). (2021). Pharmacological blood pressure lowering for primary and secondary prevention of cardiovascular disease across different levels of blood pressure: An individual participant-level data meta-analysis. The Lancet, 397(10285), 1625–1636. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)00590-0
- Jones, D. W., Ferdinand, K. C., Taler, S. J., dkk. (2025). 2025 AHA/ACC/AANP/AAPA/ABC/ACCP/ACPM/AGS/AMA/ASPC/NMA/PCNA/SGIM guideline for the prevention, detection, evaluation and management of high blood pressure in adults. Hypertension. Ringkasan: American College of Cardiology, New in Clinical Guidance: High blood pressure
- Katzung, B. G. (Ed.). (2021). Basic and clinical pharmacology (15th ed.). McGraw Hill.
- Law, M. R., Morris, J. K., & Wald, N. J. (2009). Use of blood pressure lowering drugs in the prevention of cardiovascular disease: Meta-analysis of 147 randomised trials in the context of expectations from prospective epidemiological studies. BMJ, 338, b1665. https://doi.org/10.1136/bmj.b1665
- Lewington, S., Clarke, R., Qizilbash, N., Peto, R., & Collins, R. (2002). Age-specific relevance of usual blood pressure to vascular mortality: A meta-analysis of individual data for one million adults in 61 prospective studies. The Lancet, 360(9349), 1903–1913. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(02)11911-8
- Mancia, G., Kreutz, R., Brunström, M., dkk. (2023). 2023 ESH guidelines for the management of arterial hypertension. Journal of Hypertension, 41(12), 1874–2071. https://doi.org/10.1097/HJH.0000000000003480
- McEvoy, J. W., McCarthy, C. P., Bruno, R. M., dkk. (2024). 2024 ESC guidelines for the management of elevated blood pressure and hypertension. European Heart Journal, 45(38), 3912–4018. https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehae178
- Whelton, P. K., Carey, R. M., Aronow, W. S., dkk. (2018). 2017 ACC/AHA/AAPA/ABC/ACPM/AGS/APhA/ASH/ASPC/NMA/PCNA guideline for the prevention, detection, evaluation, and management of high blood pressure in adults. Hypertension, 71(6), e13–e115. https://doi.org/10.1161/HYP.0000000000000065