Antibiotik

Antibiotik membunuh atau menahan pertumbuhan bakteri tanpa merusak sel inang. Materi ini membahas sasaran kerja, klasifikasi dan spektrum, farmakokinetik-farmakodinamik, kurva bunuh bakteri, resistensi, dan penggunaan rasional, lengkap dengan simulasi.

Toksisitas selektifObat menyasar struktur yang khas bagi bakteri.
PK/PDSebagian obat perlu konsentrasi di atas MIC cukup lama, sebagian perlu puncak yang tinggi.
SeleksiSetiap paparan antibiotik menyeleksi bakteri yang resisten.
RasionalTepat indikasi, jenis, dosis, rute, dan durasi.
Sel bakteri dan sasaran obatmodel ilustratif
seret untuk memutar
Sasaran–
Efek–

01

Prinsip & klasifikasi

Antibiotik digolongkan menurut mekanisme (sasaran molekul), efek (bakterisidal membunuh, bakteriostatik menghambat pertumbuhan), dan spektrum (sempit atau luas). Perbedaan bakterisidal dan bakteriostatik bergantung pada obat, bakteri, dan konsentrasi, jadi bukan kategori mutlak (Katzung, 2021).

Dinding sel menentukan sasaran

Bakteri Gram-positif memiliki lapisan peptidoglikan tebal tanpa membran luar, sehingga banyak obat mudah menjangkau dinding selnya. Bakteri Gram-negatif memiliki peptidoglikan tipis di dalam membran luar berisi lipopolisakarida dan porin; membran ini menjadi penghalang, sehingga obat besar seperti vankomisin tidak menembusnya dan spektrumnya terbatas pada Gram-positif.

SasaranGolonganContohEfek umum
Sintesis dinding selβ-laktamamoksisilin, seftriakson, meropenemBakterisidal
GlikopeptidavankomisinBakterisidal
Ribosom 30SAminoglikosidagentamisin, amikasinBakterisidal
TetrasiklindoksisiklinBakteriostatik
Ribosom 50SMakrolida, linkosamid, oksazolidinonazitromisin, klindamisin, linezolidUmumnya bakteriostatik
Replikasi DNAFluorokuinolonsiprofloksasin, levofloksasinBakterisidal
RNA polimeraseRifamisinrifampisinBakterisidal
Metabolisme folatSulfonamid + trimetoprimkotrimoksazolBakteriostatik (sinergi)
Membran selPolimiksin, lipopeptidakolistin, daptomisinBakterisidal
Peta spektrumgambaran umum, bukan pedoman pengobatan

Cakupan di sini adalah kecenderungan umum per golongan atau obat. Pola resistensi berbeda antar wilayah dan rumah sakit, jadi pilihan nyata selalu mengikuti pedoman setempat dan antibiogram.

02

Mekanisme & efek samping

β-laktam (penisilin, sefalosporin, karbapenem, monobaktam) menempel pada penicillin-binding protein (PBP) dan menghambat tautan silang peptidoglikan; sel lisis karena dinding yang lemah. Vankomisin mengikat ujung D-Ala-D-Ala prekursor dinding. Aminoglikosida mengikat subunit 30S dan menyebabkan salah baca kode mRNA. Tetrasiklin menghalangi masuknya aminoasil-tRNA ke ribosom. Makrolida dan klindamisin menghambat translokasi pada 50S. Fluorokuinolon menghambat DNA gyrase dan topoisomerase IV. Rifampisin menghambat RNA polimerase yang bergantung DNA. Trimetoprim dan sulfametoksazol memblokir dua langkah berurutan sintesis folat (Katzung, 2021; Brunton dkk., 2023).

Toksisitas selektif
Ribosom bakteri adalah 70S (30S + 50S), berbeda dari ribosom sitosol manusia 80S. Perbedaan inilah yang membuat obat ribosom relatif aman bagi inang, meski ribosom mitokondria mirip bakteri dan dapat menjelaskan sebagian efek samping, misalnya pada linezolid dan kloramfenikol.
Saring golongan menurut kewaspadaanpilih satu atau lebih

Daftar ini memuat efek samping yang khas dan penting untuk dipelajari, bukan semua efek samping yang mungkin muncul.

03

Farmakokinetik-farmakodinamik

Efek antibiotik bergantung pada hubungan antara konsentrasi obat bebas di tempat infeksi dan MIC (minimum inhibitory concentration), yaitu konsentrasi terendah yang menghambat pertumbuhan terlihat. Tiga indeks yang paling dipakai (Craig, 1998):

PolaIndeksContohStrategi dosis
Bergantung waktu%fT>MICβ-laktam, linezolidInterval lebih sering atau infus diperpanjang
Bergantung konsentrasifCmax/MICAminoglikosidaDosis besar sekali sehari
Bergantung paparan totalfAUC24/MICFluorokuinolon, vankomisin, azitromisinDosis total harian cukup besar

Target yang lazim dirujuk: β-laktam memerlukan kadar bebas di atas MIC selama kira-kira 40–70% interval dosis (lebih rendah untuk karbapenem, lebih tinggi untuk sefalosporin); aminoglikosida memerlukan Cmax/MIC sekitar 8–10; fluorokuinolon memerlukan AUC24/MIC sekitar 125 untuk Gram-negatif (Craig, 1998). Untuk vankomisin, konsensus 2020 merekomendasikan AUC/MIC 400–600 (Rybak dkk., 2020).

Css,maks = D / V1 − e−kτ    k = ln 2t½    AUC24 = D × 24/τkVbolus intravena, model satu kompartemen, keadaan tunak; CL = kV
Konsentrasi, MIC, dan target PK/PDbolus intravena berulang, keadaan tunak
Cmaks bebas–
Cmin bebas–
%fT>MIC–
fCmax/MIC–
fAUC24/MIC–

04

Kurva bunuh bakteri

Kurva time-kill mencatat jumlah bakteri hidup (CFU/mL) terhadap waktu pada konsentrasi obat tertentu. Pada konsentrasi di bawah MIC, bakteri tetap tumbuh. Di atas MIC, jumlah turun, dan laju penurunan biasanya mengikuti kurva jenuh terhadap konsentrasi. Konsentrasi yang lebih tinggi dibutuhkan untuk menekan subpopulasi yang sedikit lebih resisten, yang sudah ada sebelum obat diberikan.

Jendela seleksi
Konsentrasi yang cukup untuk membunuh bakteri peka tetapi belum cukup untuk membunuh mutan resisten memberi keuntungan tumbuh bagi mutan itu. Dosis yang terlalu rendah atau terlalu singkat memperbesar peluang seleksi ini.
Time-kill dua subpopulasimodel dinamik sederhana, ilustratif
tiap titik mewakili sekelompok bakteri; merah = resisten
log10 CFU pada waktu ini–
Nadir–
Fraksi resisten–

05

Resistensi

Resistensi antimikroba adalah hasil seleksi alam yang dipercepat. Pada 2019, resistensi bakteri diperkirakan menjadi penyebab langsung 1,27 juta kematian dan berkaitan dengan 4,95 juta kematian di seluruh dunia (Murray dkk., 2022). Gen resistensi dapat muncul dari mutasi, atau berpindah antar bakteri lewat konjugasi (plasmid), transformasi, dan transduksi.

MekanismeContohObat yang terdampak
Enzim penghancur obatβ-laktamase, ESBL, karbapenemaseβ-laktam
Target berubahmecA menghasilkan PBP2a (MRSA); vanA mengubah D-Ala-D-Ala menjadi D-Ala-D-Lac (VRE)β-laktam; vankomisin
Pompa efluksPompa tetrasiklin, efluks multiobatTetrasiklin, kuinolon, makrolida
Permeabilitas turunHilangnya porin pada Gram-negatifKarbapenem, β-laktam
Modifikasi obatEnzim asetilasi atau adenilasiAminoglikosida
Mutasi targetMutasi gyrA atau parCFluorokuinolon
Seleksi di bawah tekanan antibiotikmodel agen sederhana
Peka–
Resisten–
Fraksi resisten–

Sel resisten tumbuh sedikit lebih lambat tanpa obat (biaya kebugaran), jadi tanpa tekanan antibiotik fraksinya cenderung turun. Dengan tekanan, sel peka mati dan sel resisten mengisi ruang yang kosong.

06

Penggunaan rasional

Antimicrobial stewardship adalah rangkaian tindakan agar antibiotik dipakai hanya bila perlu dan dengan pilihan, dosis, rute, serta durasi yang tepat. Prinsip yang lazim: pastikan ada infeksi bakteri, ambil spesimen kultur sebelum pemberian bila memungkinkan, mulai empiris dengan spektrum secukupnya, lakukan de-eskalasi setelah hasil kultur, ganti ke rute oral bila memungkinkan, dan hentikan setelah durasi yang cukup (WHO, 2022).

WHO mengelompokkan antibiotik dalam kategori AWaRe untuk memandu pilihan dan memantau penggunaan: Access sebagai pilihan lini pertama, Watch yang berpotensi memicu resistensi dan perlu dibatasi, serta Reserve sebagai cadangan terakhir untuk bakteri multiresisten (WHO, 2022).

Kelompok AWaRecontoh representatif

Penyesuaian dosis menurut fungsi ginjal

Banyak antibiotik dikeluarkan lewat ginjal. Bersihan kreatinin dapat diperkirakan dengan rumus Cockcroft-Gault (Cockcroft & Gault, 1976):

CrCl = (140 − usia) × BB72 × SCr (× 0,85 bila perempuan)usia dalam tahun, BB dalam kg, SCr dalam mg/dL; hasil dalam mL/menit
Kalkulator bersihan kreatinin
CrCl–
Kategori–

✎

Latihan soal hitungan

Ketik jawaban numerik dalam satuan yang diminta (koma atau titik desimal boleh). Jawaban dinilai benar bila selisihnya kurang dari 2%. Bulatkan hanya di akhir perhitungan.

Skor soal hitungan0 / 10
★

Ujian akhir

Lima belas soal pilihan ganda diambil acak dari seluruh bab. Jawaban baru diperiksa setelah Anda mengumpulkan. Batas lulus 70.

Belum dimulai

15 soal, tanpa batas waktu, skor terbaik tersimpan di peramban ini

§

Daftar pustaka

  1. Blair, J. M. A., Webber, M. A., Baylay, A. J., Ogbolu, D. O., & Piddock, L. J. V. (2015). Molecular mechanisms of antibiotic resistance. Nature Reviews Microbiology, 13(1), 42–51. https://doi.org/10.1038/nrmicro3380
  2. Brunton, L. L., Knollmann, B. C., & Hilal-Dandan, R. (Eds.). (2023). Goodman & Gilman's the pharmacological basis of therapeutics (14th ed.). McGraw Hill.
  3. Cockcroft, D. W., & Gault, M. H. (1976). Prediction of creatinine clearance from serum creatinine. Nephron, 16(1), 31–41. https://doi.org/10.1159/000180580
  4. Craig, W. A. (1998). Pharmacokinetic/pharmacodynamic parameters: Rationale for antibacterial dosing of mice and men. Clinical Infectious Diseases, 26(1), 1–10. https://doi.org/10.1086/516284
  5. Katzung, B. G. (Ed.). (2021). Basic and clinical pharmacology (15th ed.). McGraw Hill.
  6. Murray, C. J. L., Ikuta, K. S., Sharara, F., dkk. (2022). Global burden of bacterial antimicrobial resistance in 2019: A systematic analysis. The Lancet, 399(10325), 629–655. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)02724-0
  7. Rybak, M. J., Le, J., Lodise, T. P., dkk. (2020). Therapeutic monitoring of vancomycin for serious methicillin-resistant Staphylococcus aureus infections: A revised consensus guideline and review. American Journal of Health-System Pharmacy, 77(11), 835–864. https://doi.org/10.1093/ajhp/zxaa036
  8. World Health Organization. (2022). The WHO AWaRe (Access, Watch, Reserve) antibiotic book. WHO. https://www.who.int/publications/i/item/9789240062382